Aktivis Kaskus
 
09-02-2018 04:14
Kintsugi: Sebuah Tradisi Seni Mereparasi Barang Pecah Belah



Ketika suatu keramik pecah atau rusak, maka biasanya akan dibuang oleh sang pemilik. Atau jika masih ingin digunakan, maka akan disatukan dengan lem. Semakin samar pecahanya maka semakin baik. Namun, mungkin berbeda jika hal ini terjadi di Jepang. Keramik yang pecah atau rusak justru malah jadi "mahal". Bukan hanya mahal secara materi tetapi juga secara non materi atau filosofi. Lah kok bisa gan? Cekidot dibawah gan!


Apa itu Kintsugi?


Kintsugi atau Kintsukuroi merupakan sebuah seni mereparasi barang pecah belah dari Jepang. Ketika suatu barang pecah belah seperti keramik itu pecah maka akan direparasi oleh sang pemilik. Berbeda dengan reparasi biasa, untuk menyatukan pecahan-pecahan keramik itu digunakanlah suatu perekat yang kemudian diberikan lapisan emas atau perak sehingga pecahan nya menjadi lebih keliatan.

Perekat yang biasa digunakan berasal dari getah pohon (Toxicodendron vernicifluum) yang biasa disebut urushi. Perekat ini juga bersifat furnis serta mengkilapkan sesuatu seperti piring atau mangkuk dari Jepang. Jadi bukan hanya untuk "ngelem" ya gan.

Kin dalam bahasa Jepang berarti emas dan Tsugi berarti menyambung. Menyambung dalam artian ini adalah menyambungkan kata atau generasi. Maka kintsugi bisa diartikan seni Jepang yang memperbaiki keramik rusak demi menghantarkannya kembali dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.


Bagaimana asal muasalnya?
Di Jepang sendiri berkembang sebuah cerita mengenai Kintsugi, begini ceritanya...
Pada sekitar abad ke 15, seorang militer Jepang, Shogun Ashikaga Yoshimasa, secara tidak sengaja menjatuhkan mangkuk teh favoritnya yang mahal, pemberian dari China. Yoshimasa mengirimkan mangkuk tersebut ke China untuk direparasi, mungkin masih garansi setahun. Tapi setelah diperbaiki di China, ternyata hanya distaples dengan plat besi yang jelek dan bulky, what do you expect huh?

Kesal dengan servis garansinya, Yoshimasa meminta seniman terbaik di Jepang untuk menyambung kembali mangkuknya dengan sesuatu yang lebih indah, bagaimana pun caranya. Seni Kintsugi akhirnya menjadi populer dengan membuat barang pecah belah menjadi indah, lebih indah dari sebelumnya. Banyak yang sengaja menghancurkan tembikarnya untuk dibuat menjadi kintsugi.
sumber

Namun, dari salah satu jurnal yang ane baca sebenernya asalu muasal kintsugi tidak dapat diketahu secara pasti gan (Keulemans, 2016: 18). Akan tetapi, teknik penggunaan urushi dan emas diperkirakan berasal dari tahun 1573 hingga 1615,yaitu pada zaman Azuchi-Momoyama hingga ke zaman Edo. Praktik Kintsugi ini juga diyakini berhubungan dengan upacara minum teh.



Lebih dari sekedar "Reparasi"
Dibalik tradisi reparasi ini, banyak orang mengatakan bahwa Kintsugi memiliki makna tradisi yang dalam. Tradisi ini juga diyakini berhubungan dengan sebuah filosofi jepang wabi-sabi, yang bermakna"melihat suatu keindahan dalam sebuah ketidaksempurnaan". Selain itu Kintsugi juga merupakan sebuah penerapan dari ungkapan jepang, mottainai. Kalo diartiin, kurang lebih "Jangan Boros". (CMIIW ) Filosofi lain yang dimiliki ialah bahwa dalam kehidupan perubahan itu pasti terjadi dan kita harus belajar untuk menerimanya. Adanya kerusakan juga harus kita akui dan kerusakan itu merupakan bagian dari sejarah kehidupan.


Gayanya Apa Aja?
Ada tiga gaya yang dapat dilakukan denga Kintsugi yaitu krack, Piece method, dan Joint call.
krack merupakan reparasi dengan menyatukan pecahan pecahan keramik, tanpa menggantinyad dengan yang lain.


Piece Method merupakan cara yang dilakukan ketika salah satu pecahan keramik tidak ditemukan, sehingga menggantinya full dengan emas atau campuran emas


Joint Call ialah Mengganti salah satu pecahan keramik yang hilang dengan pecahan yang berbentuk sama namun tidak "matching"


Kintsugi dan Modern Art
Beberapa seniman kontemporer sekarang membawa Kintsugi ke tingkat yang lebih lanjut. Eksperimenyang dilakukan oleh seniman menghasilkan keindahan keindahan baru dari tradisi ini.







Sekian trit dari ane, semoga menambah wawasan kalian semua


Sumber
Keulemans, Guy. (2016). The Geo-cultural Conditions of Kintsugi dalam The Journal of
Modern Craft, 9:1, 15-34.
wikipedia
mymodernmet.com
85 komentar kaskuser
#1
09-02-2018 04:37
Keren amiit yak..
Made In Kaskus
#2
09-02-2018 05:17
kakoii
Kaskus Maniac
#3
09-02-2018 06:16
apakah bisa mereparasi hati yang pecah
Aktivis Reg. Karesidenan Pati
#4
09-02-2018 06:32
reparasi hatikuh dong :
Kaskus Maniac
#5
09-02-2018 07:13
ketok magic
Auto Banned
#6
09-02-2018 08:16
Bisa gak ya ngereparasi dengkul yg pecah lantaran kebanyakan colay?
Aktivis Kaskus
#7
09-02-2018 08:50
di rumah ada banyak panci yang rusak neh, kalo dibuat kayak gitu bisa gak ya ?
Kaskus Geek
#8
09-02-2018 10:38
Kaskus Addict
#9
09-02-2018 10:48
setuju sih, biar ga boros

Aktivis Kaskus
#10
09-02-2018 13:48
 kruingputih2
Bisa gak ya ngereparasi dengkul yg pecah lantaran kebanyakan colay?


Dengkul ente jadi emas ntar

 adyan
di rumah ada banyak panci yang rusak neh, kalo dibuat kayak gitu bisa gak ya ?

Mungkin bisa gan
KASKUS Plus
#11
09-02-2018 13:52
itu gambarE kalau tayang ditivi bs burem... (gambar cewek + susu)
Kaskus Addict
#12
09-02-2018 15:51

udah pernah liat trit beginian
KASKUS Plus
#13
09-02-2018 18:20
barang direparasi kayak gini lebih cocoknya digunakan buat pajangan/dekorasi gan, nilai seninya bagus buat memperindah ruang tamu rumah
Kaskus Addict
#14
09-02-2018 18:21
oh begitu, pekiwan dulu
Kaskus Maniac
#15
09-02-2018 18:24
keren jadinya
Kaskus Addict
#16
09-02-2018 18:24
Mejeng dl di trit seni
Kaskus Addict
#17
09-02-2018 18:25


 dreamworldddd

udah pernah liat trit beginian

Liat di kaskus ya gan
Kaskus Geek
#18
09-02-2018 18:25
reparasi hati
Kaskus Addict
#19
09-02-2018 18:25
Bawah siapa yg gembok ya
Aktivis Kaskus
#20
09-02-2018 18:25
ane taunya jepang ya toku, manga, anime, sama JAV doang